Teori Masuknya Islam di Nusantara

Hingga kini ada 5 teori umum yang diterima oleh para akademisi mengenai "masuknya Islam ke Indonesia". Teori ini akan dideskripsikan dengan baik oleh Gus Mad melalui tulisan di bawah ini.

Gus Mad (Direktur Pendidikan YPU PPRU2)

11/18/20253 min read

PPRU2.org -  TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Dalam pandangan sejarawan penyebaran agama Islam ke tanah air Nusantara sulit dilepaskan dari catatan sejarah perdagangan antar benua masa itu. Sedikitnya ada lima teori masuknya Islam di Indonesia yang tercecer dalam referensi seputar "jejak masuknya Islam di Indonesia" yang masih dibuat rujukan akademis hingga kini, yaitu: (1) Teori Gujarat India, (2) Teori Persia, (3) Teori Arab/Makkah, (4) Teori China, dan (5) Teori Maritim. Kelima teori ini setidaknya masih dibuat rujukan akademis hingga kini.

(1) Teori Gujarat India

Pencetusnya: sejarawan Belanda, Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel yang menyatakan bahwa Islam masuk pada awal abad ke 13 Masehi bersama dengan hubungan dagang antara Nusantara dan Gujarat.

Teori ini diperkuat dengan bukti berupa: (1) Batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik As-Saleh tahun 1297 Masehi yang bercorak khas Islam Gujarat, (2) Catatan Marcopolo: Adanya warna tasawuf pada aliran Islam yang berkembang di Indonesia pada saat itu.

Namun, teori ini juga memiliki kelemahan: (1) Samudra Pasai bermazhab Syafii, sementara Gujarat lebih banyak bermazhab Hanafi. (2) Saat islamisasi Samudra Pasai, Gujarat masih berupa Kerajaan Hindu.

(2) Teori Persia

Pencetusnya: Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat. Islam masuk di Indonesia pada abad ke 7 Masehi, dibawa oleh kaum Syiah, Persia. Persia adalah bagian dari suku dalam Bangsa Iran.

Teori ini diperkuat dengan bukti: 1) Kesamaan budaya Islam Persia dan Islam Nusantara (seperti, peringatan Asyura dan peringatan Tabut). 2) Kesamaan ajaran Sufi. 3) Penggunaan istilah persia untuk mengeja huruf Arab. 4) Kesamaan seni kaligrafi pada batu nisan. 5) Maraknya aliran Islam Syiah khas Iran awal masuknya Islam di Indonesia.

Salah satu kesamaan, bisa dilihat dari kasidah di bawah ini:

صَلَى الله عَلَى طٰهَ * خَيْرِ الْخَلْقِ وَأحْلَاهَا

وَ الْكَرَارِ أبِ الكُرَمَا * وَالزَّهْراء وأبناها

Namun teori ini juga memiliki kelemahan:

Bila Islam masuk abad ke 7, maka Timur Tengah masih dalam genggaman Khalifah Umayah yang berpusat di Damaskus, Baghdad, Mekkah, dan Madinah. Jadi tidak memungkinkan ulama Persia untuk menyokong penyebaran Islam ke Nusantara.

(3) Teori Arab/Makkah

Pencetusanya: Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka. Dimana Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 7 M. Dibawa musafir Arab yang menyebarkan dakwah di dunia.

Teori ini diperkuat dengan bukti: 1) Abad 7 Masehi, di Sumatera ada perkampungan Islam khas dinasti Umayah, Arab. 2) Samudera Pasai bermadzhab Syafii yang populer di Arab dan Mesir. 3) Adanya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui di Mesir.

Hingga kini, TEORI INI DIANGGAP PALING KUAT.

Namun teori ini juga memiliki kelemahan dikarenakan fakta peran Bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di wilayah Nusantara dipandang masih kurang terlihat, maka menjadikan tingkat validitas teori ini masih diperdebatkan.

(4) Teori China

Pencetusnya: Slamet Mulyana dan Sumanto Al-Qurtuby. Islam masuk ke Indonesia dibawa perantau Muslim China.

Teori ini datang dengan bukti: (1) Perpindahan muslim China dari Canton ke Asia Tenggara (Palembang) pada tahun 879 Masehi yang berada pada abad ke-9 Masehi. Abad ke-9 Masehi berlangsung dari tahun 801 M hingga 900 M. 2) Masjid tua beraksitektur China di Jawa. 3) Raja pertama Demak keturunan China (Raden Patah). 4) Gelar raja-raja demak yang menggunakan istilah China. 5) Termaktub dalam catatan China bahwa pelabuhan Nusantara pertama kali diduduki pedagang China.

Namun teori ini memiliki kelemahan dikarenakan teori China tidak menjelaskan awal masuknya agama Islam di Indonesia secara detail. Teori ini lebih menguraikan peranan China di Indonesia.

(5) Teori Maritim

Pencetusnya: sejarawan Pakistan, N.A. Baloch. Penyebaran Islam tidak dilepaskan dari kemampuan muslim dalam menjelajah samudera. Tidak jelas asal Islam yang berkembang di Indonesia, yang jelas sekitar abad 7 M.

Teori ini diperkuat dengan bukti bahwa masyarakat Nusantara terkenal punya navigator yang kuat. Penguasaan maritim inilah pintu utama penyebaran Islam melalui hubungan dengan pedagang Arab. Proses dakwah ini diperkirakan di abad 7-12 M.

Namun teori ini dianggap kurang kuat sebab bukti fisik yang konkret, seperti prasasti atau catatan sejarah tidak banyak ditemukan.

Referensi:

http://www.ipsmudah.com/2017/03/teori-masuknya-islam-di-indonesia.html?m=1

https://www.ruangguru.com/blog/4-teori-masuknya-islam-ke-nusantara

https://www.google.com/search?q=abad+ke+879+M&oq=abad+ke+879+M&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIICAEQABgWGB4yCAgCEAAYFhgeMgoIAxAAGIAEGKIEMgoIBBAAGIAEGKIEMgoIBRAAGIAEGKIEMgoIBhAAGIAEGKIE0gEIMTg3NGowajeoAgCwAgA&client=ms-android-xiaomi-rvo2&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8

https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/teori-maritim-dan-penyebaran-agama-islam-di-nusantara-20Kdc4c6TKi

https://www.google.com/search?q=kelemahan+teori+maritim+oleh+n.a+baloch&client=ms-android-xiaomi-rvo2&sca_esv=9be0e29e8e63d6e0&sxsrf=AE3TifNEzXQOciqY5wG1JL6jOsfOFG7rNg%3A1763396641213&ei=IUwbaZjsDPaeseMPqq24yA8&oq=kelemahan+teori+maritim+oleh+n.a+baloch&gs_lp=EhNtb2JpbGUtZ3dzLXdpei1zZXJwIidrZWxlbWFoYW4gdGVvcmkgbWFyaXRpbSBvbGVoIG4uYSBiYWxvY2gyCBAhGKABGMMEMggQIRigARjDBDIIEAAYgAQYogQyBRAAGO8FMggQABiiBBiJBUjXYlD7KljNV3ACeAGQAQCYAYQBoAGUBqoBAzEuNrgBA8gBAPgBAZgCCaACkwfCAgoQABiwAxjWBBhHwgIHECMYsAIYJ8ICChAhGKABGMMEGAqYAwCIBgGQBgiSBwMzLjagB8s6sgcDMS42uAflBsIHBzItMS43LjHIB2s&sclient=mobile-gws-wiz-serp