Dilema Konsepsi Filsafat

Beberapa waktu lalu ramai dibicarakan tentang ide jurusan filsafat yang mau dihapus oleh Fedy Irwandi. Sebelum itu penulis di sini hendak mengajak pembaca semua untuk menyelami makna fislafat.

Admin

8/23/20252 min read

Sebenarnya tidak ada hasil penggambaran yang dapat menjelaskan secara utuh konsep filsafat. Permisalan ini misalnya bisa kita ketemukan dalam penggambaran sebuah gelas.

Gelas itu...

1. Gelas adalah wadah air dengan bentuk oval memanjang secara vertikal. Dan biasanya terbuat dari keramik, plastik, dan sejenisnya.

2. Gelas adalah sebuah objek yang berfungsi untuk mewadahi cairan dan digunakan ketika hendak meminum.

3. Gelas adalah objek buatan manusia, yang biasanya digunakan untuk meminum cairan apapun.

4. Dsb...

Maka dalam 4 pengertian dan gambaran yang sederhana ini, apakah ia sudah melingkupi semua pengetahuan atau konsepsi akan gelas? -Dimana yang pertama membahas gelas itu sendiri, kedua membahas gelas secara fungsinya, dan ketiga lebih pada aspek kemanusiaan- Sayangnya pengertian ini perlu diyakini tidak menyeluruh menggambarkan gelas dan tidak dapat menggambarkan gelas SECARA AN SICH (pada dirinya sendiri, maksudnya segala pengetahuan akan gelas itu).

Toh begitu adanya, namun segenap usaha manusia untuk kemudian memahami, menganalisa, dan lantas mengklasifikasi bukan berarti percuma. Hasil di atas banyak para ilmuwan yakini hanya berhenti saja bentuk konsepsi yang memang tak terbatas, itu saja, namun tetap ada batansya ya. Tetapi secara fungsi, pemanfaatan, dan sejenisnya berdasarkan pengetahuan kita yang terbatas itu tetap dapat kita manfaatkan dan dapat memfungsikan gelas sebagaimana wajarnya. Tetapi sekali lagi, ini kemudian tidak MENYELURUH 100% dapat menggambarkan gelas. Ingat... FUNGSI....

Lantas, bagaimana dengan filsafat bila hanya sebuah gelas saja kita tidak dapat menggambarkan. Toh buat apa lma - lama berfilsafat atau setidaknya menggambarkan filsafat namun tetap tak benar juga secara hakiki? Maka disini berlaku prinsip pada paragraf sebelumnya, yakni FUNGSI dan MANFAATNYA. Simpelnya, dengan memproses dan menghasilkan pengetahuan yang tidak terlalu simpel dan tidak terlalu njelimet juga, orang lain atau siapapun yang hendak kita wariskan pengetahuan padanya menemukan satu pengetahuan yang dapat dicerap dan kemudian bisa memanfaatkan pengetahuan tadi dalam kehidupan sehari - hari. Ini adalah tujuan yang paling esensial daripada pengetahuan tadi.

Okelah, kalau begitu bagaimana pengetahuan akan filsafat itu dapat dikonsepsi yang tidak terlalu njelimet dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari - hari?

1. Begini, biasanya orang bijak besari tidak berusaha mendefinisikan secara menyeluruh filsafat dalam konsep yang njelimet. Artinya filsafat pada dimensi an sich bisa berarti apapun, namun kami simpulkan bahwa definisi filsafat itu sering sekali kaitannya dengan pikiran. Adakalanya filsafat itu berarti pengetahuan, bisa jadi ia proses berpikirnya, metode, paradigma, pengetahuan analitik bahasa, logika dan apapun itu yang kaitannya dengan pikir berpikir.

2. Keuduanya kami banyak menemukan bahwa filsafat itu nanti terbagi dalam berbagai jenis, ada epistemologi, ontologi dan aksiologi. Ini merupakan konsepsi filsafat yang biasanya sering dipakai di buku - buku para ulama filsuf. Dan titik tekan kemanfataannya bagi kami penulis ada di sini.

Lantas seperti apa ketiga jenis filsafat yang onto, episto, dan aksio itu??

Insya Allah lain waktu akan penulis jelaskan.


--WABS--